Hanya dengan belajar (ikhtiar) dan berdoa (tawakal) kita dapat sukses

Saturday, 2 February 2013


Cerita ini menyerupai cerita dari luar negeri yaitu Beauty And The Beast. Yah, mungkin bisa untuk kalian yang dapat tugas untuk buat cerita. Selamat membaca dan silakan untuk di COPAS dan menyertakan link-nya

Rasti Dan Raja Buruk Rupa

          Lahirlah seorang bayi dari keturunan kerajaan Bimasakti yaitu putra dari Raja Samarqon dan Ratu Umiyah. Bayi itu sangat bagus sekali rupanya dia diberi nama Samum. Ada penyihir jahat yang dengki akan kelahiran pangeran itu, karena dia sangat ingin menghancurkan kerajaan Bimasakti, lalu dia mengutuk sang pangeran menjadi buruk rupa dan berbau tak sedap.

          Lima tahun kemudian, sang pangeran kehilangan kedua orang tuanya,dia sangat sedih kehilangan orang tuanya lalu dia diangkat menjadi raja dan dia masih di asuh oleh pelayan kerajaan. Di pedesaan disekitar kerajaan, ada sebuah rumah yang besar yaitu milik Tayuya duda kaya yang memilik 3 anak perempuan yang cantik jelita, anak yang pertama bernama Rias yang berumur 8 tahun,anak yang kedua bernama Reffy yang berumur 5 tahun dan anak yang ketiga bernama Resti yang masih berumur 2 tahun.


          Setelah mereka tumbuh dewasa, dua kakak Resti selalu memamerkan kecantikannya dan kekayaannya dengan mengelilingi pasar desa. Sehingga banyak pemuda – pemuda yang tertarik melihatnya. Lain sifatnya dengan Resti, dia adalah anak yang rajin yang selalu merawat ayahnya yang sedang menderita penyakit Asma. 

          Pada suatu waktu ketika Rasti sedang memetik bunga, sang Raja Samum melihat putri itu yang sangat cantik jelita. Wow gadis itu sangat cantik sekali. Ketika sore datang, sang raja Samum memerintah prajuritnya untuk mencari gadis itu dan menyuruhnya pergi ke kerajaan. Setelah para prajurit mencari akhirnya menemukan rumah gadis itu. Para prajurit memberikan undangan kepada gadis itu untuk pergi ke kerajaan.

          Pada malam bulan purnama yang sejuk ini, Rasti pergi ke kerajaan kemudian dia bertemu seseorang yang sangat buruk rupa di kerajaan yang tak Rasti sangka bahwa dialah Rajanya. Mereka berdua berkenalan. Rasti bertanya kepada Raja Samum mengapa ia menjadi buruk rupa. Raja Samum menceritakan semuanya pada masa kecilnya. Setelah malam itu mereka sekarang menjadi teman.

          Di hati Rasti merasakan hal yang aneh setelah pertemuannya dengan sang raja. Mungkinkah ini cinta. Tiba – tiba datang banyak orang yang berpenampilan kerajaan dan kakak Rasti, Rias membukakan pintu untuk mereka. Ternyata tujuan mereka ialah melamar putri Tayuya yaitu Rasti. Kedua kakak Rasti merasa iri terhadap adikya. Dengan hati yang gembira Tayuya menerima lamaran tersebut karena anaknya dilamar seorang raja.

          Setelah dua bulan pernikahan Rasti dengan Raja Samum, Rasti mendengar berita bahwa ayahnya sedang kambuh asmanya. Dia minta izin kepada suaminya, Raja Samum untuk menjenguk ayahnya. Sang raja memberikan izin tetap ada satu syarat yaitu Rasti harus kembali setelah seminggu jika  tidak maka raja akan menderita sakit parah.

          Sepuluh hari kemudian, Rasti baru ingat bahwa dia harus kembali ke kerajaan. Setelah ayahnya mulai membaik Rasti kembali ke kerajaan. Ternyata sang raja sedang terbaring tak sadarkan diri (koma). Pelayan kerajaan tak tahu harus bagaimana lagi mengobatinya. Dengan sungguh – sungguh ingin suaminya kembali ia kemudian mengecup kening suaminya. Tiba – tiba Raja Samum sadar tak hanya itu dia berubah rupanya menjadi tampan rupawan.

          Sejak saat itu Rasti sungguh – sungguh berjanji untuk selalu menaati perintah suaminya. Dia sekarang bertambah kasih sayangnya terhadap suaminya, Raja Samum. Mereka berdua hidup bahagia selamanya. Sang penyihir jahat gagal untuk mencapai keinginannya dan dia lenyap karena kasih sayang antara sang raja dan Rasti.   


Semoga semua posting-an saya bermanfaat bagi saudara sekalian semua. Apabila ada pertanyaan bisa menghubungi saya lewat Facebook, Twitter atau Email

0 comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik yaitu mereka yang telah membaca kemudian memberikan komentar meskipun komentar itu pahit atau baik.