Hanya dengan belajar (ikhtiar) dan berdoa (tawakal) kita dapat sukses

Sunday, 9 March 2014

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
"Uji Daya Hantar Listrik", "Uji Asam Basa dan pH" dan "Titrasi Asam Basa"


Oleh:
Abdullah Fahmi                      (3509)
M. Diki Febrianto                     (3511)
Titis Cynthia Yullia                 (3519)
Umi Fadhilatul Khoiriyah      (3520)

Kelas XII IPA Akselerasi










KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN NGANJUK
MADRASAH ALIYAH NEGERI NGANJUK
2014


Praktikum I
"Uji Daya Hantar Listrik"
Pretest
1.     Apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit dan non elektrolit?
Jawab :   -   Larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat menghantarkan listrik karena adanya zat terlarut yang terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas
                 -   Larutan non elektrolit yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik
2.     Mengapa air tergolong larutan elektrolit lemah? dan tuliskan reaksi ionisasinnya!
Jawab :   Karena hanya sebagian kecil dari air yang terionisasi menjadi ion+ dan ion-
                 H2O(l) ↔  H+(aq) + OH-
3.     Sebutkan lima senyawa kovalen yang bersifat elektrolit?
Jawab :    HCl, HBr, HI, NH3 dan CH4

A.     Tujuan Praktikum
Mengetahui daya hantar listrik (elektrolit atau non elektrolit)  suatu larutan

B.    Landasan Teori
Larutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serba sama (ukuran partikelnya), tidak ada bidang batas antara zat pelarut dengan zat terlarut (tidak dapat dibedakan secara langsung antara zat pelarut dengan zat terlarut), partikel- partikel penyusunnya berukuran sama (baik ion, atom, maupun molekul) dari dua zat atau lebih. Dalam larutan fase cair, pelarutnya (solvent) adalah cairan, dan zat yang terlarut di dalamnya disebut zat terlarut (solute), bisa berwujud padat, cair, atau gas.Dengan demikian, larutan = pelarut (solvent) + zat terlarut (solute). Khusus untuk larutan cair, maka pelarutnya adalah volume terbesar.
Sifat daya hantar listrik setiap larutan berbeda – beda. Disebabkan karena proses ionisasinya di dalam air berbeda. Ada yang mudah terionisasi, ada yang sukar terionisasi bahkan ada yang tidak terurai sama sekali. Jika larutan terionisasi sempurna, maka disebut elktrolit kuat.Dan jika larutan terionisasi sebagian maka disebut elektrolit lemah. Serta tidak terionisasi sama sekali maka disebut non-elektrolit.

C.    Alat dan Bahan
1.    8 gelas kimia
2.    8 macam larutan yang akan diuji (Larutan A - Larutan H)
3.    8 elektrolit tester
4.    Alat tulis

D.    Langkah Kerja
1.    Menyiapkan alat dan bahan
2.    Memasukkan 8 macam larutan ke dalam 8 gelas kimia
3.    Menyelupkan 8 elektrolit tester ke dalam masing-masing gelas kimia yang berisi larutan
4.    Mengamati nyala lampu dan gelembung pada elektroda
5.    Mencatat hasil pengamatan

E.     Hasil Pengamatan
No
Larutan
Keadaan Lampu
Gelembung
Kesimpulan
Terang
Redup
Tidak Menyala
Ada
Tidak Ada
1
Larutan A
ü


ü

Elektrolit Kuat
2
Larutan B

ü


ü
Elektrolit Lemah
3
Larutan C
ü


ü

Elektrolit Kuat
4
Larutan D
ü


ü

Elektrolit Kuat
5
Larutan E
ü


ü

Elektrolit Kuat
6
Larutan F

ü

ü

Elektrolit Lemah
7
Larutan G

ü


ü
Elektrolit Lemah
8
Larutan H

ü


ü
Elektrolit Lemah

F.     Pembahasan
1.  Keadaan lampu dan elektroda
a.  Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan A membuat lampu menyala terang dan terdapat banyak gelembung pada elektroda
b.  Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan B membuat lampu menyala redup dan tidak terdapat gelembung pada elektroda
c.   Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan C membuat lampu menyala terang dan terdapat banyak gelembung pada elektroda
d.  Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan D membuat lampu menyala terang dan terdapat banyak gelembung pada elektroda
e.  Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan E membuat lampu menyala terang dan terdapat banyak gelembung pada elektroda
f.    Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan F membuat lampu menyala redup dan terdapat sedikit gelembung pada elektroda
g.  Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan G membuat lampu menyala redup dan tidak terdapat gelembung pada elektroda
h.  Elektrolit tester yang dicelupkan pada larutan H membuat lampu menyala redup dan tidak terdapat gelembung pada elektroda
2.  Alasan lampu menyala dan tidak dan terdapat gelembung dan tidak
Lampu menyala atau tidak menyala karena adanya zat terlarut yang dapat terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas sehingga larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik.
“Senyawa elektrolit apabila dilarutkan dalam air dapt mengalami ionisasi menghasilkan ion+ + ion- dan menimbulkan arus listrik.”
3.  Contoh reaksi ionisasi
Penguraian molekul menjadi ion+ & ion-
H2O(l) à H+(aq)+ OH-(aq)
HBr(aq) à H+(aq)+ Br-(aq)

G.    Penutup
Berdasarkan praktikum dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.  Larutan A adalah larutan elektrolit kuat
2.  Larutan B adalah larutan elektrolit lemah
3.  Larutan C adalah larutan elektrolit kuat
4.  Larutan D adalah larutan elektrolit kuat
5.  Larutan E adalah larutan elektrolit kuat
6.  Larutan F adalah larutan elektrolit lemah
7.  Larutan G adalah larutan elektrolit lemah
8.  Larutan H adalah larutan elektrolit lemah



Praktikum II
"Uji Asam Basa dan pH"
Pretest
1.     Apa yang anda ketahui tentang asam dan basa?
Jawab :   -  Asam yaitu spesi yang bertindak sebagai akseptor pasangan elektron bebas yang mempunyai pH kurang dari 7
 -  Basa yaitu spesi yang bertindak sebagai donor pasangan elektron bebas yang mempunyai pH lebih dari 7

2.     Berapa rentangan pH untuk senyawa H2O, NaCl, HCl, H2SO4, NaOH, NH3, CH3COOH?
Jawab :
3.     Tentukan reaksi ionisasi dari soal nomor 2!
Jawab :


Ø H2O à 2H++O2-
Ø HCL à H++ Cl-
Ø NaCl à Na+ + Cl-
Ø H2SO4 à 2H+ + SO42-
Ø  NaOH à Na+ + OH-
Ø  NH3 à N- + 3H+
Ø  CH3COOH à CH3CO + OH-



A.     Tujuan Praktikum
Mengidentifikasi pH larutan dengan indikator Metil Merah, Bromotimo Biru dan Fenolftalein

B.    Landasan Teori
Pengertian Asam dan Basa
Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan denga pH lebih kecil dari 7. asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan electron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat.
Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
1. Masam ketika dilarutkan dalam air.
2. Msam terasa menyengat bila disentuh, dan dapat merusak kulit, teruma bila    asamnya asam pekat.
3. Asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.
4. Asam, walaupun tidak selalu ionic merupakan cairan elektrolit.
Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam dan basa saling berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Jika zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif, maka dalam hal ini basa mempunyai arti sebagai berikut. maka ketika suatu senyawa basa di larutkan ke dalam air, maka akan terbentuk ion hidroksida (OH-) dan ion positif menurut reaksi sebagai berikut. Ion hidroksida (OH-) terbentuk karena senyawa hidroksida (OH) mengikat satu elektron saat dimasukkan ke dalam air.      
Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
1. Kaustik
2. Rasanya pahit
3. Licin seperti sabun
4. Nilai pH lebih dari air suling
5. Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
6. Dapat menghantarkan arus listrik

Indikator Asam dan Basa
Dalam laboratorium kimia, indikator asam-basa yang biasa di gunakan adalah indikator buatan dan indikator alami, Berikut ini penjelasan tentang indikator asam-basa buatan dan indikator asam-basa alami.
A.   Indikator Buatan
Indikator buatan adalah indikator siap pakai yang sudah dibuat di laboratorium atau pabrik alat-alat kimia. Contoh indikator buatan adalah kertas lakmus yang terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru, kertas lakmus kertas yang diberi senyawa kimia sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda setelah dimasukkan pada larutan asan maupun basa. Warna kertas lakmus akan berubah sesuai dengan larutannya. Perubahan warna yang mampu dihasilkan oleh kertas lakmus sebenarnya disebabkan karena adanya orchein (ekstrak lichenes) yang berwarna biru di dalam kertas lakmus.
Lakmus biru dibuat dengan menambahkan ektrak lamus yang berwarna biru ke dalam kertas putih. Kertas akan menyerap ekstrak lakmus yang selanjutnya dikeringkandalam udara terbuka, sehingga dihasilkan kertas nlakmus biru.kertas lakmus biru pada larutan yang bersifat basa akan tetap biru , karena orchein merupakan anion, sehingga tidak akan bereaksi dengan anion (OH-).
Kertas lakmus merah dibuat dengan proses yang sama dengan pembuatan kertas lakmus biru, tetapi ditambahkan sedikit asam sulfat atau asam klorida agar warnanya menjadi merah.
Sehingga mekanisme reaksi orchein pada suasana asam akan kembali terjadi. Apabila kertas lakmus merah dimasukkan kedalam larutan yang bersifat asam, warnanya akan tetap merah karena lakmus merah memang merupakan orchein dalam suasana asam. Sedangkan, apabila kertas lakmus merah ditambahkan larutan yang bersifat basa, maka orchein yang berwarna biru akan kembali terbentuk.
B.   Indikator Alam
Indikator alam merupakan bahan-bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam larutan asam, basa, dan netral. Indikator alam yang biasanya dilakukan dalam pengujian asam basa adalah tumbuhan yang berwarna mencolok, berupa bunga-bungaan, umbi-umbian, kulit buah, dan dedaunan.
Perubahan warna indikator bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnya kembang sepatu merah di dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau, kol ungu di dalam larutan asam akan berwarna merah keunguan dan di dalam larutan basa akan berwarna hijau.

C.    Alat dan Bahan
1.  6 Tabung reaksi dan rak
2.  5 Pipet
3.  Indikator Metil Merah (MM), Bromotimol Biru (BTB) dan Fenolftalein (PP)
4.  2 Tabung ukur
5.  Larutan A
6.  Larutan B

D.    Langkah Kerja
1.  Menyiapkan alat dan bahan
2.  Meletakkan 6 tabung reaksi pada rak
3.  Mengisikan 3 ml larutan A dan B pada masing-masing tabung ( 3 ml larutan A pada 3 tabung dan 3 ml larutan B pada 3 tabung)
4.  Menambahkan 2 tetes indikator (MM, BTB, PP) pada setiap tabung yang berbeda dalam larutan A dan larutan B
5.  Mengamati perubahan warna pada setiap tabung
6.  Mencatat hasil pengamatan

E.     Hasil Pengamatan

No
Bahan
Warna Indikator
Keterangan
MM
BTB
PP
1
Larutan A
Kuning
Biru
Tidak Berwarna
7 < pH < 8,3
2
Larutan B
Kuning
Biru
Merah
pH > 10




F.     Pembahasan
1.  Larutan A


 








          4,2              6                 6,3              7              8,3           10         
       pH adalah daerah yang mendapat arsiran yaitu diantara 7 dan 8,3. Jadi, 7 < pH < 8,3

2.  Larutan B

 






               4,2                 6              6,3              7              8,3             10   
            pH adalah daerah yang mendapat arsiran yaitu lebih dari 10. Jadi, pH > 10

G.    Penutup
Setelah menyelesaikan praktimun dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.      pH pada larutan A adalah 7 < pH < 8,3
2.      pH pada larutan B adalah pH > 10




PRAKTIKUM III
"Titrasi Asam Basa"

A.   Tujuan
Mengetahui molaritas (konsentrasi) larutan HCl

B.   Landasan Teori
Titrasi merupakan salah satu cara untuk mentukan konsentrasi larutan suatu zat dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan zat lain yang diketahui konsentrasinya.
Titik ekivalen pada titrasi asam basa adalah pada saat dimana sejumlah asam tepat di netralkan oleh sejumlah basa. Selama titrasi berlangsung terjadi perubahan pH. pH pada titik equivalen ditentukan oleh sejumlah garam yang dihasilkan dari netralisaasi asam basa. Indikator yang digunakan pada titrasi asam basa adalah yang memiliki rentang pH dimana titik equivalen berada. Pada umumnya titik equivalen tersebut sulit untuk diamati, yang mudah dimatai adalah titik akhir yaang dapat terjadi sebelum atau sesudah titik equivalen tercapai. Titrasi harus dihentikan pada saat titik akhir titrasi tercapai, yang ditandai dengan perubahan warna indikator. Titik akhir titrasi tidak selalu berimpit dengan titik equivalen. Dengan pemilihan indikator yang tepat, kita dapat memperkecil kesalahan titrasi.
Pada titrasi asam kuat dan basa kuat, asam lemah dan basa lemah dalam air akan terurau dengan sempurna. Oleh karena itu ion hidrogen dan ion hidroksida selama titrasi dapat langsung dihitung dari jumlah asam atau basa yang ditambahkan. Pada titik equivalen dari titrasi asam air, yaitu sama dengan 7.

C.   Alat dan Bahan
1.      Corong
2.      Erlemeyer
3.      Pipet tetes
4.      Buret
5.      Dasar statif
6.      Kaki statif
7.      Batang statif pendek dan panjang
8.      Klem buret
9.      Batang pengaduk
10.   NaOH 0,1 M
11.   HCL 0,1 M
12.   Fenolftalein
13.   Silinder ukur

D.   Langkah Kerja
1.    Menyiapkan alat dan bahan
2.    Memasukkan larutan NaOH 0,1 M kedalam buret
3.    Menyiapkan 25 ml larutan HCL 0,1 M dalam erlenmayer 100 ml
4.    Menambahkan 3 tetes Fenolftalein kedalam erlenmayer tersebut
5.    Melakukan titrasi pada larutan HCL. Penambahan NaOH kedalam larutan HCL dilakukan dengan perlahan sambil menggoyangkan erlenmayer
6.    Menghentikan proses titrasi jika telah terjadi perubahan warna pada erlenmayer

E.   Hasil Pengamatan

No
Volume HCl
Volume NaOH
1
25 ml
24 ml
2
25 ml
24 ml
Rata - rata
25 ml
24 ml




F.    Pembahasan
(V x M)HCl                    = (V x M)NaOH
25 ml x MHCl               = 24 ml x 0,1 M
MHCl                             =
MHCl                             = 0,096 M

G.   Penutup

Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa molaritas (konsentrasi) HCl setelah dititrasi dengan NaOH 0,1 M adalah 0,096 M




Tulisan di atas dapat di unduh melalui googledocs dengan mengeklik disini 
Categories:


Semoga semua posting-an saya bermanfaat bagi saudara sekalian semua. Apabila ada pertanyaan bisa menghubungi saya lewat Facebook, Twitter atau Email

0 comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik yaitu mereka yang telah membaca kemudian memberikan komentar meskipun komentar itu pahit atau baik.