Hanya dengan belajar (ikhtiar) dan berdoa (tawakal) kita dapat sukses

Friday, 11 July 2014

Cerita ini adalah motivasi untuk kita semua. Hidup ini mungkin tak semudah yang kita bayangkan tapi Allah telah memberikan sesuatu yang terbaik. Cerpen ini menceritakan seorang anak atheis (tidak percaya adanya Tuhan) yang mendapat hidayah. Memang agama Islam adalah Rahmatan lil Alamin. Selamat Membaca ^_^
Judul Cerita Pendek : Dan Hiduppun Beranjak Lebih Indah
Tahun : -
Oleh : Abdullah Fahmi
Tema : Perjuangan Mencari Kebenaran, 



Dan Hiduppun Beranjak Lebih Indah



Namanya Luna Fazka. Lahir dari keluarga miskin nan jauh dari pesisir pantai yang jarang penghuni. Sang ayah tewas tenggelam bertahun – tahun silam. Entah, ia bahkan tak sempat mengingat wajahnya. Dan setelah itu, hanya tinggal bersama sang ibu. Orang terakhir yang ia artikan sebagai keluarga.

Banyak kejadian – kejadian buruk yang membuatnya kian membenci kehidupan. Banyak. Terlalu banyak bahkan. Dan hari itupun kehidupan kian membuatnya benci.

“Luna, kau harus segera kerumah sakit kota !” Ibu Guru tergesa menghampirinya. Tak tertutupi raut kecemasan di balik wajah keriputnya. Bagaimana pula ia harus ke kota?.

Dan sebuah mobil tua yang terparkir di halaman itulah jawabannya. Luna, bukan segera bergegas, malah berserapah. Mungkin hatinya mulai merasakan perasaan janggal. Dan itulah yang ia benci. Perasaan itu Ibu Guru menarik tubuh dengan sabar muridnya menuju mobil tua itu.

Luna dan Ibu Guru tak bicara sepatah katapun. Pikiran Luna sangat gundah. Kemudian mobil berhenti dan Ibu Guru keluar mobil diikuti Luna dengan perasaan was – was namun ia menikmatinya.

Luna mendapati Ibunya telah meninggal yang selama 13 tahun ini telah merawatnya. Pagi itu, Ibunya langsung di makamkan dan Ibu Gurupun ikut sedih melihatnya.

Luna terdiam sebentar dan kemudian tertawa, karena dia sudah tidak percaya dengan adanya Tuhan .Setelah semua itu, ia memasuki rumahnya yang hanya terbuat dari pohon kelapa, yang tak pantas untuk ditinggali.

Setelah menemukan sepucuk surat dari Ibunya yang tertanggal kemarin, di dalam surat itu Ibu bicara akan memberikan kejutan kepadanya. Luna berpikir apa kematiannya kah adalah kejutannya?.

Sudah lama ia tidak percaya lagi kepada Tuhan ia tinggal seorang diri dan tidak ada sesuap nasipun untuk dimakannya. 

Malam itu, Ibu Guru datang untuk membawakan makan malam, Ibu Guru berkata, “Kau tak sendiri, Nak! Masih ada Tuhan yang masih menemanimu” Ibu Guru kemudian pergi. Luna tertawa sinis seakan – akan tidak percaya Tuhan. Ia sangat sangat tidak percaya adanya Tuhan.

Kemudian ia kembali ke kamarnya untuk tidur dan tidak memikirkan makanan yang di bawakan Ibu Guru. 

Paginya Luna terbangun dan terkejut ketika melihat seorang wanita duduk di sampingnya. Ternyata wania itu adalah neneknya tetapi Luna tidak percaya.

Sore harinya, Nenek mengunjungi Luna lagi dan mengajak Luna pulang ke rumah Nenek, Luna tidak mau, tiba – tiba Luna pingsan.

Ia terbangun di Rumah Sakit di Ruang Rawat Inap, Nenek itu sedang melakukan salat, tetapi Luna hanya menertawakannya, setelah salat Nenek membacakan ayat Al – Qur’an Luna mulai tenang dengan bacaan itu.

Ketika Luna sedang tidur, Nenek memanjatkan do’a agar dirinya dan Luna dapat menjalin kembali tali persaudaraan, Luna tersentuh akan do’a Nenek dan kini mulai mengerti makna adanya Tuhan.

Luna bermimpi bertemu Ibunya dan Ibunya berpesan agar ia menyayangi Neneknya. “Luna!” Nenek membangunkan Luna, akan tetapi Luna malah memarahi Neneknya kemudian Neneknya pergi.

Masuklah seorang Gadis mereka berbincang bincang dan berkenalan, Gadis itu bernama Sharah. Sharah menceritakan tentang kehidupannya yang dahulu yang bukan seorang Muslimah. Sharah menjadi Muslimah karena akan bacaan ayat Al – Qur’an.

Kini Luna mulai mengerti dan percaya akan adanya Tuhan, setiap hari Luna bertanya – tanya untuk memperdalam agamanya kepada Neneknya. Kini Sharah menjadi kakaknya dan memiliki keluarga baru yaitu Luna, Sharah dan Nenek. Dan Hidup ini beranjak lebih indah.



(QR Code untuk postingan ini)


Semoga semua posting-an saya bermanfaat bagi saudara sekalian semua. Apabila ada pertanyaan bisa menghubungi saya lewat Facebook, Twitter atau Email

0 comments:

Post a Comment

Pembaca yang baik yaitu mereka yang telah membaca kemudian memberikan komentar meskipun komentar itu pahit atau baik.